FTKOM, Palopo – Salah satu dosen Program Studi Informatika Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), Dr. Ichwan Muis, S.ST., MPS.Sp., dipercaya sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo. Kegiatan ini berlangsung di Media Center KPU Kota Palopo pada Rabu, 19 Februari 2025.
FGD ini diselenggarakan dalam rangka penyusunan laporan evaluasi pemilihan tahun 2024, dengan fokus pada sistem pemungutan dan perhitungan suara. Melalui diskusi ini, berbagai tantangan dan kendala yang muncul dalam proses pemilihan dibahas secara mendalam guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di masa mendatang.

Kegiatan ini dibuka oleh Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Sulawesi Selatan, Ahmad Adiwijaya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya masukan dari berbagai pihak guna memperbaiki sistem pemilu ke depan.

Dr. Ichwan Muis, S.ST., MPS.Sp., sebagai narasumber dalam FGD ini, memberikan paparan terkait aspek teknologi dalam sistem pemungutan dan perhitungan suara. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana teknologi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses pemilu. Selain itu, ia juga membahas tantangan teknis serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan guna menghindari potensi permasalahan di masa mendatang.
Diskusi ini diikuti oleh berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu, termasuk perwakilan KPU, Bawaslu, akademisi, serta stakeholder terkait. Para peserta aktif memberikan masukan serta berbagi pengalaman mereka selama tahapan pemilihan berlangsung.
Dengan adanya kontribusi dari akademisi, khususnya dari bidang Informatika, diharapkan hasil evaluasi ini dapat menjadi dasar untuk perbaikan sistem pemilu yang lebih baik di masa mendatang. KPU Kota Palopo pun mengapresiasi keterlibatan dosen UNCP dalam memberikan perspektif ilmiah yang dapat mendukung penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif.
Kegiatan ini menegaskan komitmen UNCP dalam berkontribusi terhadap pengembangan sistem demokrasi di Indonesia, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pemilu yang lebih baik melalui kajian akademik dan teknologi.