FTKOM.UNCP.AC.ID, Wajo – Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “PKM Tenun Sutra Sengkang Sebagai Upaya Menjaga Warisan Budaya Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan.” Kegiatan ini dilaksanakan di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan industri tenun sutra yang menjadi identitas budaya masyarakat Wajo.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Andi Jumardi, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Cokroaminoto Palopo, dengan Iin Karmila Putri, S.Si., M.Si. sebagai anggota tim. Tim PKM UNCP berkolaborasi langsung dengan kelompok penenun sutra Sengkang sebagai mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan.
Tenun sutra Sengkang merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang memiliki nilai historis, estetika, dan ekonomi tinggi. Namun, di tengah perkembangan zaman dan modernisasi, keberlanjutan tradisi menenun menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regenerasi penenun, pemasaran produk, hingga adaptasi dengan teknologi digital. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini dirancang untuk memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas kepada kelompok penenun agar tradisi tenun sutra tetap lestari dan memiliki daya saing.
Dalam pelaksanaannya, tim PKM UNCP memberikan sosialisasi dan pendampingan yang berfokus pada penguatan kesadaran budaya, peningkatan nilai tambah produk tenun sutra, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi. Kelompok penenun diperkenalkan pada strategi pemasaran berbasis digital, termasuk pemanfaatan platform daring untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan visibilitas produk tenun sutra Sengkang.
Ketua tim PKM, Andi Jumardi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan aspek ekonomi kelompok penenun, tetapi juga untuk menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus globalisasi.
“Tenun sutra Sengkang bukan sekadar produk kerajinan, tetapi merupakan simbol sejarah, nilai budaya, dan jati diri masyarakat Wajo. Melalui PKM ini, kami berharap para penenun semakin percaya diri dan mampu mempertahankan tradisi ini secara berkelanjutan,” ujarnya.
Anggota tim, Iin Karmila Putri, menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan langsung kelompok penenun dalam setiap sesi kegiatan. Hal ini bertujuan agar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan secara mandiri oleh mitra setelah kegiatan PKM berakhir.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para penenun aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjaga keberlangsungan usaha tenun sutra. Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara akademisi dan pelaku budaya dalam merumuskan langkah-langkah strategis pelestarian warisan budaya lokal.
Melalui kegiatan PKM Tenun Sutra Sengkang ini, Universitas Cokroaminoto Palopo berharap dapat berkontribusi nyata dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Kabupaten Wajo. UNCP berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga pada pelestarian budaya dan kearifan lokal sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.