Kampus Mengajar 3 (KM 3) merupakan salah satu Kegiatan Unggulan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Riset dan Teknologi. KM 3 merupakan program lanjutan dari Kampus Mengajar Perintis, Kampus Mengajar 1 dan Kampus Mengajar 2.

Berbagai Macam tahapan yang dilalui untuk mendaftar kegiatan ini yaitu, Tahap 1 pembuatan akun MBKM, Tahap 2 kelengkapan berkas persyaratan, tahap 3 verifikasi berkas oleh tim program, tahap 4 pengumuman hasil verifikasi berkas, jika dinyatakan lolos maka akan lanjut ke tahap 5 pembekalan, kemudian tahap 6 penerjunan lokasi kegiatan dengan Jumlah 5 Orang Mahasiswa PerTim, 1 Dosen Pendamping Lapangan (DPL) serta Guru Pamong Sekolah.

Mahasiswa Fajrin dari Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo bersama rekan timnya atas nama mahasiswa Sindi Prasiska dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo melaksanakan penugasan di UPT. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 073 Rantekasummong dibimbing dosen pendamping lapangan ibu Misrawati S.ST., M.Keb., dari Universitas Megarezky Makassar serta Guru Pamong Ibu Jarni Garugu, S.Pd., salah satu guru UPT. SDN 073 Rantekasummong yang terletak di wilayah Desa Padang Balua Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Berbagai macam kisah menarik pada saat penugasan mulai dari pemberangkatan sampai akhir penugasan. Untuk mencapai sekolah tersebut ada dua jalur alternatif yang dapat dilalui untuk sampai ke sekolah tersebut yaitu, akses jalur darat dengan estimasi waktu perjalanan lebih dari 7 jam waktu tempuh perjalanan sejauh 120 Km melewati jalur poros Kecamatan Sabbang menuju Kecamatan Rongkong selanjutnyan Kecamatan Seko. Sedang jalur kedua dengan jalur transportasi udara dengan estimasi waktu perjalanan 15 Menit menggunakan jenis Pesawat Susi Air berangkat dari Bandar Udara Andi Djemma Masamba ke Bandar Udara Seko. Pemberangkatannya sejak tanggal 11 Maret 2022 sampai tanggal 29 Juni 2022 membawa 3 Jenis Program Kerja antara lain pendampingan literasi numerasi untuk peserta didik, pendampingan adaptasi teknologi untuk tenaga Pengajar/Guru, dan pendampingan bantuan pengelolaan administrasi sekolah.
UPT SDN 073 Rantekasummong merupakan salah satu sekolah terpencil/tertinggal di Kecamatan Seko sehingga menjadi salah satu sekolah sasaran program kampus mengajar. Sekolah ini memiliki peserta didik berjumlahkan 39 orang dan tenaga pendidik berjumlah 8 orang diantaranya 5 orang Pegawai Negeri Sipsil (PNS) dan 3 orang tenaga honorer. Sekolah ini sangat membutuhkan perhatian khusus dalam pembenahan infrastruktur bangunan misalnya. Sejak berdiri sekitar tahun 1990an, bangunan sekolah ini masih menggunakan desain bangunan panggung dengan berjumlahkan 4 bangunan terpisah antaranya bangunan 1 gabungan (ruang kantor, ruang kelas 4, ruang kelas 5), bangun 2 gabungan (ruang kelas 1, ruang kelas 2, dan ruang kelas 3), bangunan 3 merupakan ruang kelas 6, dan bangunan 4 merupakan WC darurat. Pengalaman penugasan tentunya amat sangat terasa semisal beradaptasi pada suasana lingkungan baru, toleransi sesama antar umat berbeda agama, suku, ras, dan masih banyak lagi yang tidak sanggup saya sebutkan satu per satu, kata Fajrin.
“Nekad adalah Bekal Utama dalam merealisasikan tekad yang telah lama ingin berkunjung ke salah satu wilayah yang di sebut-sebut sebagai jantung pulau Sulawesi hal ini dikarenakan kondisi geografis sentral yang dapat menghubungkan 3 provinsi di pulau Sulawesi.”



















