Kendari, – sebanyak 12 orang mahasiswa Fakultas Teknik Komputer (FTKOM) Universitas Cokroamonoto Palopo, menjadi penyaji makalah dalam Seminar Nasional Teknik Elektro 2024 yang berlangsung pada 27 Juli 2024 di Universitas Halu Oleo (UHO. Seminar ini dihadiri oleh akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai universitas dan industri di seluruh Indonesia.
Dalam seminar yang bertemakan “Tantangan Kebijakan, Teknologi dan Stabilitas Energi BaruTerbarukan”,

Dekan FTKOM, Nirsal, S.Kom.,M.Od, menyampaikan rasa bangganya kepada mahasiswa yang ikut berprestasi sebagai presenter di seminar nasional ini adalah bukti nyata dari kualitas pendidikan dan penelitian yang ada di FTKOM. Kami sangat bangga dan berharap ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujar Nirsal.
Selain itu, Fitri Maria Banne sebagai salah satu mahasiswa penyaji makalah juga mengungkapkan rasa syukurnya dapat berpartisipasi dalam seminar nasional ini. “Saya sangat bersyukur dan merasa terhormat bisa menjadi bagian dari seminar ini. Pengalaman ini memberikan saya wawasan baru dan kesempatan untuk berbagi pengetahuan dengan para ahli di bidang teknik elektro,” ungkapnya.
Seminar Nasional Teknik Elektro 2024 menghadirkan berbagai topik menarik seputar inovasi dan perkembangan terbaru dalam bidang teknik elektro dan teknologi informasi. Acara ini juga menjadi ajang bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka dan menjalin kerjasama dengan institusi lainnya.
Partisipasi aktif mahasiswa FTKOM dalam acara ini menunjukkan komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan akademik dan penelitian mahasiswa. Diharapkan, prestasi seperti ini dapat terus ditingkatkan dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo, Dr. Edward Ngii, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa acara tersebut diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Elektro FT UHO, bekerja sama dengan Fortei. “Tema yang kita angkat pada seminar kali ini, tantangan kebijakan, teknologi, dan stabilitas energi baru terbarukan. Ini sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Transisi menuju energi baru terbarukan bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan untuk menjamin keberlanjutan lingkungan dan kestabilan energi di masa depan. Di sinilah peran penting kita, baik sebagai akademisi, praktisi, maupun pembuat kebijakan, untuk bersama-sama mencari solusi yang inovatif dan aplikatif,” ungkapnya. (dilansir dari kendaripos.fajar.co.id)



NARASUMBER


MAHASISWA PEMAKALAH DARI UNCP